Di setiap perjalanan tidak mungkin Allah tidak menitipkan pesan kepada kita. Welll seperti perjalanan aku dengan duo besti sedekat nadi sejauh bakteri (hiihi), ceritanya kemarin (10/11/25) kita bertiga main ke The Local Enabler yang berkantor pusat di Bandung. Tempat yang homey banget. Suasana sejuk dan setiap spacenya memiliki fungsi dan memperlihatkan nilai yang mereka bawa.
Awalnya sih, aku sama sese-embak yang sebut saja namanya Dita merasa nggak punya tujuan tertentu dan ekspetasi apapun saat diajak main kesana. Mikirnya kita tu... yang penting pergi aja haha. Nanti juga pasti dapet sesuatu. Nahhh, inilah segala sesuatunya ternyata akan dimulai. Umanari yang nggak ada tari-tariannya kayaknya membuat otak kita menari-nari. Saking capeknya aku harus tidur dulu biar bisa mencerna, sekaligus kabur secara halus dari pertanyaan mbak Ika yang kayaknya akan semakin rumit hahaha.
Di Umanari (nama cafe di Bandung btw, ih nyari potonya nggak ada, mbak Ikaaaa kirim Poto di Unamari dooong) ada jeda beberapa menit kita sibuk dengan ponsel, padahal yang lebih sibuk sebenarnya adalah pikiran kita. Kecuali mbak Dita nding soalnya lagi ngurus transfer-transfer wkwkwk. Tapi dia juga sebenarnya nge-lag hahaha. Lebih tepatnya kita bertiga sedang sama-sama mencerna tentang apa yang akan kita lakukan setelah dari sana. Masing-masing dari kita punya planning, sesuai naluri alamiah yang kami miliki. Otomatis gitu... ada yang mantep banget mau jadi petani dan peternak, ada yang mantep mau nyari jejaring lagi dan menajamkan beberapa hal, tapi ada juga yang tetep galau terus berakhir curhat sama chat GPT kemudian secara impulsif pengen kuliah jurusan komunikasi digital tapi takut IPK nya 4.
Uhhh ya ampuuun nulis apa ini sebenarnya. Keliatan banget masih nge-lag nya. Satu hal yang paling serius, kami bertiga saat ini akan berjalan sesuai dengan naluri yang kami miliki dan semoga itu memang tugas penciptaan yang telah diberikan. Itu dulu kesimpulannya hari ini, nggak tau besok mau apa lagi.
Apapun yang terjadi besok kita tidak akan pernah bingung untuk megawali, karena semua akan diawali dengan bismillah.
Catatan orang bangun tidur karena bahagia ketemu kasur
Mengutamakan logika daripada perasaan saat mengambil keputusan
Objektif dan suka struktur
Dapat istilah istilah Lone Wolf dari repostan akun tiktoknya Harry Vaughan wkwk. Penasaran deh, kenapa dia repost itu? Ternyata itu berkaitan dengan peran yang sedang dilakoninya dalam salah satu judul sinetron. Apa tuh sinetnya? RAHASIA, padahal sih udah aku posting juga.
Kepolah aku, apa itu Lone Wolf? Serigala yang sendirian? Setelah searching di google akhirnya tau kalau Lone Wolf itu merujuk pada salah satu kepribadian manusia.
Lone Wolf adalah istilah yang mengacu pada seseorang yang cenderung menyukai kesendirian dan kemandirian, seringkali tidak suka bergantung pada orang lain atau kelompok.
Kayak kepribadian yang intorvert gitu. Sebelum bahas lebih lanjut tentang lone wolf, rasa penasaran pertama adalah... mengapa serigala banget? Ternyata ada beberapa fakta menarik.
Osman I, Sang Gokboru
Setelah ngobrol dengan Mbak Dita tentang serial film Osman yang sedang diikutinya, ternyata Osman I memiliki julukan Gokboru. Julukan ini diberikan oleh orang-orang Mongol. Dalam mitologi yang mereka percayai, gokboru adalah serigala abu-abu bermata biru, berbulu singa, bermata berapi-api. Datang ke bumi satu kali dalam seratus tahun untuk membawa kekuatan, persatuan, hukum kepada kawanannya dan perubahan besar di dunia pada umumnya.
Seneng banget, pas tahu ternyata ada hal yang menghubungkan antara Asmara Gen Z dengan Serial Osman wkwk. Ya, titik temu kita ada di serigala haha.
Penasaran dong pastinya, kenapa si Osman I ini dijulukinya pakai Serigala, nggak singa? Jawabannya ada pada filosofi kuno yang dipercaya oleh masyarakat Tiongkok.
Jika ingin kuat dan ditakuti, belajarlah kepada singa. Namun jika ingin menjadi pemimpin yang diikuti belajarlah pada serigala
Dalam salah satu VT dari akun tiktok Aming aku jadi mengerti bagaimana serigala itu sebenarnya. Kalau ditulis gini jadinya
Mengapa Orang bijak sering bilang untuk menjalani hidup seperti serigala?
Karena serigala tidak sibuk membuktikan dirinya.
Dia tahu kapan harus diam dan kapan harus menyerang.
Serigala tidak hidup untuk disukai, dia hidup untuk bertahan dan menang.
Dia tidak butuh banyak suara, karena ketenangan lebih tajam dari teriakan.
Dia tahu kapan harus berjalan sendiri dan kapan harus bergerak bersama.
Serigala tidak butuh pengakuan karena, kekuatannya tidak datang dari perhatian, tapi dari ketahanan.
Jadilah seperti serigala, tenang tapi berani, sendiri tapi tetap kuat.
Bukan yang paling kuat, tapi yang paling konsisten sampai akhir.
Sepertinya perlu ini membahas tentang per-serigalaan sebelum membahas kepribadian Lone Wolf. Dari beberapa artikel yang sudah dibaca dapat disimpulkan jika serigala itu...
1. Serigala adalah binatang Monogami
Serigala itu sosok yang sangat setia. Sampai dia mati, dia tidak akan pernah selingkuh wkwk. Bagi seekor serigala memiliki pasanagan itu hanya satu dalam seumur hidup. Ini juga dalam rangka menjaga keturunan yang murni dan kuat dari paparan penyakit. Monogami menjadi langkah untuk mempertahankan spesies dari proses evolusi.
2. Cerdas dan stamnina prima
Dalam berburu mangsa, bisa dibilang Serigala adalah hewan dengan strategi terbaik. Mereka tidak asal menerkam mangsa. Hewan buruan serigala badannya lebih besar, hal ini tentu membutuhkan strategi dan stamina yang prima. Sebelum menerkam mangsa biasanya serigala sudah melakukan beberapa tahapan, yaitu: mengawasi, mengintimidasi, membuat mangsa kelelahan, baru membunuhnya.
3. Memiliki kemampuan mendengar dan melihat yang tajam
Tahu nggak, sih? Indra pendengaran Serigala 100 kali lebih kuat dibandingkan dengan pendengaran manusia. Sedangkan retina Serigala sangat reflektif sehingga dapat melihat denga jelas meski dalam kegelapan
4. Memiliki Sistem Hierarki Sosial
Serigala memiliki sisten herarki sosial yang sangat kuat. Kumpulannya akan dipimpin oleh pasangan alfa, diikuti oleh anggota beta, dan omega ada pada strata terlemah.
Serigala Alfa bertanggungjawab memimpin dan menjaga kawanan. Satu-satunya pasangan yang bereproduksi dan memastikan keturunan mereka mendominasi kawanan.
Serigala Beta, bisa dianggap sebagai tangan kanan serigala Alfa. Tugasnya menjadi penasihat Alfa, menjadi komandan saat Alda tidak mampu, dan penjaga kedisiplinan kawanan.
Serigala Omega, memiliki pangkat terendah. Mengikuti semua perintah pimpinan dan menanggung beban kesalahan dalam perburuan.
Meskipun mereka terkenal dengan kesolidan dan sistem hierarki sosial yang kuat, ada sebagian serigala soliter yang akhirnya memutuskan menjadi Lone Wolf. Serigala ini memisahkan diri karena berbagai macam alasan, antara lain: ingin memperluas wilayah, membuat perkumpulan baru, atau dikeluarkan dari kawanan.
Okay, tibalah saatnya kita membahas tentang ciri-ciri Lone Wolf!
1. Penyendiri
Seorang Lone wolf adalah penyendiri, tetapi bukan karena malu bersosialisasi atau malas. Hal itu terjadi karena dia tidak butuh validasi orang lain dalam bergerak. Dia tidak butuh cahaya dan pengakuan. Terkadang visi dan misinya bertentangan dengan ke-umuman orang di sekitarnya. Bisa dibilang dia cukup percaya diri karena yakin dengan tujuannya dan tahu jalan mana yang harus dilalui untuk mencapai tujuan tersebut.
2. Analisator
Lone Wolf memilih diam untuk mengamati sampai dengan hal-hal detail. Dia berfikir mendalam, kesunyian yang dia pilih dijadikan ruang untuk berfikir lebih jernih. Kemampuan ini yang membuat dia bisa menentukan kapan harus bergerak dan kapan harus berhenti. Kapan harus bersama dan menyendiri.
3. Memiliki Integritas yang Kuat
Bukan hanya analisator, Lone Wolf juga memiliki kompas moral yang kuat. Fondasi dari integritas yang dimiliki Lone wolf antara lain : memegang prinsip yang diyakininya sebagai kebenaran meski di bawah tekanan dan berani menolak hal-hal yang bertentangan dengan prinsip yang dia punya.
4. Tidak banyak bicara
Lone wolf tidak banyak bicara soal idealisme, tetapi hidup yang dijalaninya sudah mencerminkan idealisme yang dimiliki. Meskipun jarang tampil dan bicara di depan umum, sekali bicara selalu berdasarkan data, nurani, kebenaran, dan keberanian.
Sumber
https://www.idntimes.com/science/discovery/dahli-anggara/fakta-tentang-serigala-c1c2.
Lagi di fase pengen udahan nonton sinetron wkwkwk. Tapi, lama kelamaan ni sinetron malah ngasih banyak insight. Meskipun perlu aku pertimbangkan lagi sih tentang waktu nontonnya. Menimbang lagi wort it nggak antara insight yang aku dapat sama waktu yang aku kasih untuk dapet itu. Mungkin perlu dikurangin durasinya, dicukupkan dengan potongan-potongan saja.
Menonton Asmara Gen Z ini ga ekspek bakal dapet banyak nilai, awalnya aku kira ini hanya tentang kisah cinta anak Gen Z yang rada gimana gitu. Nyatanya di Sinetron ini aku dapet banyak pelajaran tentang manusia yang sedang berproses menemukan jati dirinya. Bagaimana dia mau belajar dari setiap kesalahan yang pernah dilakukan. Mereka akhirnya bertumbuh, bukan berubah. Seandainya ada perubahan pun tanpa mengurangi keaslian dia.
Be You... berubah bukan karena orang lain tapi memang dia sadar bahwa dia sekarang tidak pada versi terbaiknya. Tetap menjadi diri sendiri jangan pernah menjadi orang lain. Saat kita mau menjadi diri sendiri maka perlahan kita akan tahu pada sisi mana yang perlu kita upgrade dan mana yang tidak perlu ditumbuhkan.
Dorongan berubah karena suara netizen atau orang disekitar kita pasti akan memberikan dampak yang berbeda dengan berubah karena kesadaran. Perubahan yang perlahan dan dimulai dari hal kecil akan bertahan lama dibanding perubahan secara sporadis.
Selalu menjadi diri sendiri, tidak perlu menjadi orang lain. Tidak perlu merasa insecure dengan pencapaian atau hal yang dimiliki oleh orang lain. Setiap orang memiliki warna cahayanya sendiri. Masing-masing orang pasti akan bersinar dengan tanpa merusak sinar orang lain. PR terbesar dari kita adalah memastikan sinar itu menyala. Jika diibaratkan dengan lampu maka proses pencarian saklar itu seperti mencari klik atau keyakinan pada kemampuan yang kita miliki. Klik pada peran yang seharusnya kita jalankan.
The last... Be You. Ini bukan kamu dengan segala aksesoris sehingga menjadi menarik. Tapi karena itu adalah kamu maka semuanya menjadi indah, menarik, berarti, dan berwarna.
Kemanapun aku mencoba mencari pelarian dan mencoba menentukan arah tujuan, akan selalu dipertemukan dengan hal yang sama. Dari dulu sampai sekarang ternyata perhatianku tidak pernah bergeser. Masalah anak usia SMP sampai dengan SMA. Entah mengapa aku merasa jika periode ini adalah periode krusial untuk ditemani. Selalu ingin memastikan mereka tumbuh sebagaimana mestinya. Maksimal usia 15 tahun mereka sudah selesai dengan dirinya. Sudah bisa menerima dan mensyukuri hidup yang dia miliki. Tidak pernah lelah untuk terus belajar, memperjelas jati diri dan jalan untuk meraih mimpi. Menjadi pribadi yang hidup bukan hanya untuk diri sendiri. Memiliki kejelasan pandangan tentang peran apa yang harus dimiliki. Tidak lelah meng-upgrade kemampuan diri.
Aku ingin membersamai mereka. Di penghujung tahun ini, aku menemukan ternyata permasalahan yang dihadapi hampir sama dengan zaman-zaman terdahulu. Masih seputar miras, narkoba, pornografi, hamil di luar nikah. Masalah-masalah yang di blowup maksimal adalah seputar kesehatan mental dan bullying.
Kemarin sempat pusing banget sih, membayangkan masa depan. Anak yang hamil di usi sekolah, apa kabar kesiapan mereka menjadi ibu? Terus, kalau anak mereka sudah lahir, siapa yang akan merawat mereka? Jadi apa mereka di masa yang akan datang?
Anak yang sudah terbiasa dengan sebotol minuman, narkoba, atau melakukan hal asusia lainnya dikeluarkan dari sekolah, apa kabar masa depan mereka? Sekolah seolah bukan lagi tempat mendidik, bagi sekolah lebih baik mengamputasi mereka dari bangku sekolah daripada mencari jalan memperbaiki. Sampai pada kesimpulan, masa depan seorang anak tidak lebih penting dari reputasi sekolah. Jika sekolah sudah bermetamorfosa menjadi tempat transfernya ilmu pengetahuan saja, lalu?
Ah, tapi bisa jadi juga menurut sekolah itu adalah jalan terbaik. Daripada menularkan virus kepada lainnya, kan? Atau bisa jadi ini bentuk keputusasaan. Saat mencoba berkolaborasi dengan orang tua, ternyata orang tuanya juga melakukan kesalahan yang sama. Sehingga, menurut mereka tidak masalah anaknya melakukan hal tersebut. Bisa banyangin ga sih, anak dari seorang pemabuk atau pemakai atau bahkan penjualnya?
Inilah masalah selanjutnya, orang tua yang ternyata juga problematik. Ibaratnya sudah dicekoki dengna hal baik, sudah dicoba untuk diperbaiki tetapi rusak lagi oleh orang terdekat. Jika orang tua melihat anak yang penting bisa hidup kemudian terserah dia mau apa, ya gimana? Kepada siapa lagi harus berdiskusi untuk menyelesaikan masalah ini. Padahal keluarga adalah sebuah lingkungan terkecil yang mepengaruhi jati diri anak.
Entah harus mulai darimana untuk mengurai semua benang ini.
Realita yang terus nampak ini memanggil hati nurani saya untuk bisa menyadarkan mereka semua. Agar kembali kepada jalan yang benar. Dengan bekal menulis ala kadarnya dan bisa sedikit-sedikit edit canva dan video, sepertinya menggunakan media sebagai wadah penyadaran adalah hal yang paling mungkin dilakukan. Selain tetap menyusun langkah-langkah pembinaan bagi mereka.
Ya, melakukan propaganda isu bagi gen z, alfa, betam dan gamma adalah jalan ninjaku. Menulis di blog ini, aktivasi media sosial, dan menulis buku atau novel mungkin bisa menjadi salah satu pilihan.
Jadi, sudah ketemu kan Ren? Peran apa yang akan kamu ambil. Sekarang saatnya belajar agar bisa melakukan propaganda tersebut.
Yang jelas kepikiran sih melakukan riset, mengolah bahan, up. Bismillah ya Allah, ijinkan kami menjadi fasilitator kehidupan bagi mereka.
Jodoh... adalah misteri yang tersimpan rapi dan akan terkuak setelah kita menemukannya. Jalan untuk menemukannya tidaklah mudah. Ada masa kita merasa sangat dekat dan dia banget jodoh, tapi ternyata bukan. Merasa kayaknya nggak banget tapi nyata-nyata memang dia jodohnya. Orang-orang berfikir itu nggak setara dan nggak sepantasnya, tapi kalau itu memang takdir ocehan mulut manusia apalah artinya. Ada beberapa tanda yang dianggap oleh orang-orang itu adalah tanda jodoh.
Pertama, Jalannya Mudah
Jodoh itu sudah disiapkan oleh Allah secara khusus dan unik. Jalan untuk sampai kepadanya akan banyak rintangan, menguras emosi, air mata, dan luka-luka. Tapi, sebenarnya... rintangan itu datang karena kita saja yang belum benar-benar fokus untuk menemukannya. Atau bisa jadi, rintangan itu adalah cara untuk menyiapkan kita agar bisa bertemu dengan jodoh. Saat kita sudah menyelesaikan ujian dan rintangan dengan baik, sudah mengenolkan diri, cahaya itu akan datang. Banyak orang bilang jika itu jodoh maka jalan untuk bisa bersama akan terasa mudah.
Jodoh itu Saling Menumbuhkan
Jika dia jodoh kita, pasti akan membuat kita semakin bertumbuh. Menjadi manusia dewasa dan mampu menjalankan dengan benar tujuan dari penciptaan. Dia akan mengantarkan kita pada tempat yang seharusnya kita tempati. Bukan jodoh jika memberikan rasa sakit tak berkesudahan. Bukan jodoh jika dia mengkerdilkan. Jodoh itu akan saling menumbuhkan. Menjadikan satu menjadi lebih baik dibanding sebelum bersama.
Tapi... tidak berarti jika saat ini kita menjadi kerdil dengan jodoh yang kita percayai kita belum menemukannya. Karena bisa jadi, kita yang bertemu dengannya sebelum selesai dengan ujian diri. Ah.. berarti jodoh itu akan menumbuhkan jika kita bisa menyelesaikan segala ujian. Ya, kita akan tumbuh bersama disaat yang pantas.
Jodoh, akan selalu dipertemukan
Sejauh apapun mencoba untuk mencari lain jalan, jika jodoh pada akhirnya akan dipertemukan. Kadang bertanya, kok bisa? Karena jodoh itu seperti gembok dan kunci, seperti sepasang alas kaki. Jika bersama dengan lainnya tidak akan tepat. Pernah denger kan istilah, lama jagain jodoh orang? Kecenderungan bisa kepada beragam pilihan, tapi jodoh hanya ada satu yang tepat.
Emmm iya, jodoh ini bukan hanya jodoh dalam pernikahan saja lo. Jodoh dalam pekerjaan, jodoh dalam menentukan peran, bahkan bisa juga jodoh dalam mendefinisikan diri. Eh, yang terakhir gimana? Iya, kadang kita yakin banget kalau kita itu orang yang tulus dan suka menolong. Ternyata di detik kemudian kita menemukan ternyata sikap suka menolong itu bukan karena ketulusan tetapi karena mengharapkan feedback tertentu dari orang lain.
Perkara bertemu jodoh definisi diri ini tidaklah mudah, ingat hukum tentang mengenali manusia adalah proses seumur hidup. Nah, kan... artinya, mengenali diri adalah proses seumur hidup.
Dua kali ikutan RCO pasti ada genre ini, Romance. Genre roamce fiksi
memang paling pas buat baca cepat (kalau aku). Tidak terlalu memerlukan
konsentrasi yang terlalu tinggi dan meresapi terlalu keras. Bacaan yang cukup
ringan, cocok banget dibaca sama orang yang punya target One Week One Book.
Salah satu novel yang ringan namun tetap memiliki isi yang bermakna adalah The
Perfect Husband. Novel ini ternyata pertama kali diterbitkan di wattpad kemudia
di adaptasi ke dalam novel cetak dan juga di angkat ke dalam sebuah film.
Novel setebal 568 ini mengangkat tema cukup ringan, yaitu perjodohan.
Pemeran utama dalam novel ini adalah Arsen dan Ayla. Dua karakter dengan
kepribadian cukup jauh berbeda. Arsen seorang pemuda yang cukup mapan, sopan,
sabar, agamis dan penyayang sedangkan Ayla seroang perempuan yang mudah marah,
berkata tanpa saringan, pengetahuan agama kurang, tidak suka diatur. Ayla tu
macam urakan gitu, setengah devil kali ya, sedangkan Arsen setengan angel wkwk.
Alur yang digunakan dalam penulisan The Perfect Husband ini adalah campuran.
Pada BAB pertama digambarkan saat Ayla dan kedua orang tuanya melayat ke rumah
Arsen. Dimana yang meninggal saat itu adalah kedua orang tua Arsen karena
kecelakaan. Sebenarnya sejak pertemuan tersebut Arsen sudah merasakan sebuah
getar aneh kepada Ayla. Pada waktu itu Ayla berusia 5 tahun dan Arsen sudah 15
tahun. Indah Riyana menceritakan dalam novel ini Ayla menghibur Arsen dan
meminjamkan bahunya. Duh, ini anak lima tahun perlu dikarungin sih.
Hanya pada awal saja diberikan kejadian 10 tahun yang lalu. Ayla yang
awalnya digambarkan anak kecil sweet tetiba memiliki karakter yang sulit
diatur. Kabur dari rumah bersama pacarnya yang kemudian diketahui sudah
bersuami ke club malam. Ayla mabuk karena merasa tertekan dengan peraturan
ayahnya dan juga skripsi yang tidak kunjung usai. Ayahnya murka saat mendapati
anak gadisnya dalam kondisi tidak sadar. Disini aku sebagai pembaca mengira
kalau Ayla sudah kehilangan keprawanannya, ternyata belum hihi.
Keesokan paginya, kedua orang tua Ayla mempertemuakan dia dengan lelaki yang
akan dijodohkan, Arsen namanya. Berbagai upaya sudah dilakukan Ayla agar
perjodohan itu tidak terjadi. Namun, ternyata cinta Arsen yang sudah tumbuh
sejak kecil sangat kuat, bahkan lebih kuat dibanding upaya Ayla menolah
perjodohan tersebut. Singkat cerita mereka menikah. Arsen sangat sabar
mendampingi istrinya. Menjaga istri selayaknya pengawal kepada ratunya. Sampai
pernikahan lebih dari 3 bulan Ayla baru mengetahui jila Arsen adalah seorang
pilot.
Seiring berkembangnya cerita, tokoh wanita digambarkan tidak mampu
memberikan support kepada suaminya. Padahal sang suami selalu megeluarkan
effort yang besar dalam memberikan cinta dan perhatian. Ini konflik kesekian
akan dimulai.
Ternyata Ayla hamil, mereka terlibat perselisihan sehingga Nenek Arsen
meninggal, Arsen pergi tanpa kabar, Ayla keguguran kemudian depresi. Baru
disini kedewasaan kedua belah pihak mulai muncul. Perjuangan bersama untuk
menyembuhkan luka batin Ayla dan program kehamilan.
Apa saja pelajaran yang dapat diambil?
1.
Selalu libatkan Allah dalam setiap mengambil Keputusan
Ini tampak saat Arsen dan Neneknya mau
melanjutkna wasiat dari ayahnya agar menikahi Ayla. Ceritanya sang Ayah sudah
pernah menuliskan “Calon Menantu” di bawah foto Ayla kecil. Saat Keputusan kita
sudah menyertakan Allah di dalamnnya maka yakinlah Allah juga akan selalu terlibat
dalam menangani dampak dari Keputusan tersebut.
2.
Keangkuhan yang disirami dengan Cinta dan kesabaran
akan luluh
Kesabaran dan ketulasn Arsen dalam mencintai Ayla
pada akhirnya dapat meluluhkan keangkuhan dan keegoisan Ayla.
3.
Hati-hati dengan marahnya orang sabar
Orang yang biasanya sabar akan sangat menakutkan
jika sudah mulai marah. Dia selayaknya air yang tenang kemudian saat menerima
gangguan menimbulkan bah yang sangat berbahaya.
4.
Kita akan merasa memiliki setelah kehilangan
Saat masih bersama kadang merasa biasa saja. Namun,
jika nanti dia pergi beberapa lama rasa rindu menyergap dan ada ketidakterimaan
berada jauh tanpa kabar berita.
5.
Keyakinan jika Allah akan mengabulkan doa
Ini terlihat sekali saat mereka menantikan buah
hati Dimana pihak Perempuan divonis sulit memiliki momongan. Dengan keyakinan
dan tidak pernah berhenti doa dipanjatkan akhirnya Ayla hamil juga.
6.
Jangan menilai seseorang hanya dari masa lalunya
Setiap orang pastilah memiliki masa lalu. Tidak
ada orang yang benar-benar sempurna. Jika engkau sudah menerima orang tersebut sebagai
pasangan hidup artinya juga siap menerima dia dengan segala masa lalunya.
A untuk Amanda adalah sebuah novel karya Annisa Ihsani. Novel yang terbit pada taun 2016 ini mengisahkan tentang salah seorang murid berprestasi di sebuah sekolah terbaik. Murid tersebut bernama Amanda. Dia selalu mendapatkan nilai A untuk semua mata pelajaran. Namun, kesempurnaan nilai ini menjadi awal pemicu dia mengalami tekanan. Dia berfikir bahwa semua yang dia dapatkan hanya karena sebuah keberuntungan bukan karena memang dia memiliki kemampuan. Amanda merasa dia telah menjadi seorang penipu karena dia sebenarnya tidak selalu tahu.
Terdapat dua peristiwa yang membuat Amanda semakin yakin bahwa dia adalah seorang yan tidak jenius. Pertama, saat mengerjaan tugas biologi. Dimana saat itu dia mengerjakan secara asal dan tidak menyiapkan dengan baik tetapi guru memberikan nilai A. Amanda merasa nilai itu diberikan karena guru tertipu dengan perdikat pemilik nilai sempurna. Kejadian kedua adalah saat kelas ekonomi, guru memberikan pertanyaan kemudian Amanda mengangkat tangan dengan percaya diri namun, guru mengatakan agar Amanda memberikan kesempatan kepada yang lain. Ternyata, saat itu jawaban yang akan Amanda berikan salah. Kejadian ini kemudian membuat Amanda semakin yakin bahwa nilai sempurna yang dimilikinya hanyalah sebuah keberuntungan. Dia semakin yakin bahwa para guru telah tertipu olehnya.
Belum lagi kisah dia dengan pacarnya Tommy yang merupakan teman sejak masa kecilnya. Ketika Amanda memberikan sinyal bahwa dia tidak baik-baik saja Tommy seseorang yan dianggap memahami Amanda memberikan respon yang semakin membat Amanda tertekan. Untungnya Amanda masih mau meminta bantuan kepada ibunya dan ibunya cukup terbuka dan memahami situasinya. Singkat cerita Amanda menjadi memiliki rutinitas pekanan untuk bertemu dengan psikolog.
Ulasan
Novel ini menggunakan sudut pandang orang pertama. Dengan setting tempat sebuah kota suburban di daerah tropis. Alur yang digunakan campuran. Pada beberapa BAB membahas saat terjadinya kecelakaan Ayah Amanda dan interaksi Amanda dengan ayahnya. Tokoh utama dari novel ini adalah Amanda.
Insight yang didatapkan
Kita dapat mengambil beberapa pelajaran dalam novel ini
1. Pemicu Depresi Anak Pintar adalah pencapaiannya
Kita tentu tidak akan menduga jika seorang yang memiliki nilai sempurna memiliki pemikiran dirinya sebagai seorang penipu. Dia seolah tidak yakin bahwa capaiannya merupakan hasil dari kerja kerasnya. Hanya sebuah keberuntungan belaka. Saat membaca ini di awal responku juga sama dengan Tomy wkwk, gimana sih Amanda. Masak orang pinter minder. Amanda tidak yakin dengan kemampuannya tetapi dia juga tidak ingin mendapatkan nilai bukan A. Bagi dia saat nilanya bukan A maka kedoknya akan terbongkar.
2. Berikan Respon yang tepat kepada orang yang merasa depresi
Jika suatu saat nanti kita mendapatkan cerita dari teman atau keluarga mengenai beban hidupnya jangan ditanggapi dengan bercanda atau jawaban seolah meremehkan. Karena hal tersebut sebenarnya adalah sinyal untuk dia mendapatkan pertolongan. Jawaban yang menurut kit biasa penyampaiannya dapat berakibat fatal.
3. Tidak ada yang salah dengan orang datang ke psikater
Di beberapa kalangan masyarakat masih ada stigma negatif jika seseorang melakukan konsultasi dengan psikiater. Judge sebagai orang gila sangat mudah disematkan. Padahal tidak berarti kehilangan kewarasan. Sepertinya membutuhkan sebuah edukasi lebih di masyarakat bahwa datang ke psikiater adalah untuk menyembuhkan luka batin. Dan posisinya setara dengan seorang dengan luka fisik ke dokter.
4. Tidak ada yang sempurna dalam hidup ini
Belajar dari Amanda, tidak ada yang sempurna dalam hidup kita. Setiap orang pasti memiliki jatah gagal dan sukses. Saat kita tidak mendapatkan nilai sempurna artinya kita sedang menjadi manusia pada umumnya
5. Jangan memikirkan pendapat orang lain
Ketakutan Amanda jika tidak memiliki nilai sempurna salah satunya adalah tidak ingin membuat ibunya kecewa. Satu hal yang perlu kita pahami bersama bahwa kita tidak bisa selamanya memberikan kebahgaiaan kepada orang lain. Berfikir bodo amat sangat dibutuhkan. Menjadi diri sendiri itu membahagiaan dengan tanpa beban bagaimana cara orang memandang.