Aku Dan Ramadan 1447 H

Ini adalah ruang refleksi untuk mengetahui bagaimana sebenarnya jarak dan hubungan dengan Ramadan. Apakah aku benar rindu pada-nya. Akan aku jadikan dia sebagai apa? Apakah dia akan menjadi bulan biasa, cuma bedanya karena ada dia jadi makan cuma sehari dua kali pada waktu yang telah ditentukan? Atau ini jadi bulan penuh ambis yang akhirnya nggak berbekas, ambis buat khatam Al Qur'an 3 kali dalam sebulan, tapi pas hari pertama Syawal tilawah satu juz aja mulai keteteran. 

Persiapan menuju Ramadan
Sudah ada persiapan? Ya gimana mau ada persiapan kalau rasa apapun nggak punya. Ada sih dorongan yang seakan bilang, yuuuuk mulai persiapan. Tapi nyatanya, rasa malas masih lebih kuat dibanding lainnya. 

Jangan sampai kalah sama iklan Marjan dan para penjaja roti lebaran. Jangan kalah sama para pemilik brand pakaian. Mereka mungkin sudah merancang sejak hari terakhir ramadan tahun kemarin. Mereka sebegitu gigihnya ingin membuat banyak orang menemukan produk mereka. Hey! Kamu udah gigih belum biar Allah melihat kami dengan amalan terbaik? Di hari baik...

And than, apa inginku pada Ramadan? Jadi manusia jenis apa? Ingat ya, Ramadhan itu sekolah. Ya...sekolah, sekolah untuk seluruh diri kita. Sekolah jasad, fikriyah, dan ruhiyah. Nahhh kamu mau nyekolahin mana? Semuanya? Barengan? Yakin? Atau mau salah satu aja?

Benakku berkata, sepertinya aku jadikan ramadan ini sebagai sekolah ruhiyah, deh. Biarkan Ramadan tahun ini spiritualku dan hubungan dengan Allah menjadi semakin dekat. Biar besti nya ngebesti banget gitu. Kenapa coba? Karena kan kalau mau mendewasakan diri ternyata kuncinya ada di spiritual. Bisa dibilang spiritual itu jadi kompas segala potensi yang kita punya. Plus biar ngasih penyadaran tentang posisiku sebagai manusia. Aku merasa, dengan memperbaiki ini akan semakin jelas nanti dalam menentukan definisi diri. 

Okeee teruuuus kalau sudah ketemu, sekolah apa? Kamu mau apa? Yaudah aku tak persiapan dulu lahhh.... Biar ga shock gitu. Macam anak TK yang langsung masuk SMP kan bisa shock pakai banget kan. Jadi, sepertinya perlu matrikulasi deh. Matrikulasi spiritual. 

Mulai simulasi kali yaa, simulasi Ramadan dimulai dari bangun tidurnya dan aktivitas sebelum tidur yang diperbaiki. Oke? Kayaknya itu adalah koentji. Terus target yang kamu upgrade skill? Tetep jalan dooong. Kan besok pas ramadan juga tetep kerja kan? Pokoknya simulasiin aja dulu. 

Jaga semua yg sudah biasa dilakukan, berikan pemaknaan. 
Read More

Banyak Dilihat

Pengikut

Pengunjung

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Labels

inspirasi tania. Diberdayakan oleh Blogger.